Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Minggu malam (22/02/2026) pukul 22.30 Wita. Kejadian yang dipicu oleh hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan senderan atau tembok penahan pekarangan rumah milik I Putu Marayasa roboh dan menutupi sebagian badan jalan.
Dalam keterangan yang diberikan, korban I Putu Marayasa (47), karyawan swasta, menyampaikan bahwa ia sedang beristirahat di dalam rumah ketika mendengar suara gemuruh seperti batu jatuh dari arah pekarangan. Setelah keluar mengecek, ia menemukan tembok penahan di bagian belakang sanggah (pura keluarga) telah ambruk, dengan material batu dan tanah menyebar hingga menghalangi akses jalan.
Tak lama kemudian, warga sekitar bersama korban segera melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan material longsoran. Kegiatan pembersihan dilakukan guna mencegah gangguan bagi pengguna jalan dan menghindari potensi bahaya tambahan akibat kondisi jalan yang terhalang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua saksi yang menyaksikan kejadian, yaitu I Kadek Wilastra dan I Komang Andreawan, mengkonfirmasi kronologi yang disampaikan korban. Keduanya turut membantu dalam proses pembersihan dan memberikan keterangan kepada petugas kepolisian yang segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material kurang lebih sebesar Rp30.000.000. Saat ini pemilik rumah tengah berupaya mencari tukang untuk melakukan perbaikan, namun pekerjaan baru dapat dilaksanakan jika cuaca telah membaik.
Petugas kepolisian sektor Nusa Penida, atas perintah Kapolsek Kompol I Ketut Kesuma Jaya, SH., seijin Kapolres Klungkung, AKBP Mikael Hutabarat, S.I.K., S.H., M.H., telah melakukan serangkaian tindakan termasuk menerima laporan, melakukan pemeriksaan di TKP, mencatat keterangan saksi, serta membuat laporan resmi untuk disampaikan kepada pimpinan terkait.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polres Klungkung






