Harmoni Sekala dan Niskala: Polda Bali Sucikan Pataka di Pura Campuhan Windu Segara Menjelang Hari Bhayangkara ke-80

- Redaktur

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deru ombak Pantai Padanggalak yang menghantam karang seolah menyatu dengan alunan kidung suci dan denting genta pemangku. Pagi itu, suasana di Pura Campuhan Windu Segara terasa lebih khusyuk dari biasanya.

Menjelang peringatan hari bersejarah, Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali berkumpul bukan sekadar untuk baris-berbaris atau upacara formal, melainkan untuk menundukkan kepala dan menyatukan batin dalam tradisi sakral: Penyucian Pataka.

Pataka bukanlah sekadar bendera atau panji kebesaran institusi. Ia adalah simbol muruah, kehormatan, jiwa korsa, dan pengingat akan sumpah setia setiap insan Bhayangkara kepada nusa dan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki usia pengabdian yang kedelapan dekade, Polri menyadari bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat semakin dinamis.

Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, pembersihan diri secara spiritual menjadi sebuah keharusan.
Pemilihan Pura Campuhan Windu Segara di Padanggalak, Denpasar, memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Pura ini berdiri di titik campuhan—pertemuan antara aliran sungai dan samudra luas.

Baca Juga:  Patroli Dilogis Samapta Polresta Denpasar: Upaya Perkuat Kondisi Harkamtibmas yang Kondusif di Wilayah Kota

Dalam kepercayaan Hindu Bali, pertemuan dua mata air ini adalah titik peleburan yang paling sempurna.

Melalui percikan tirta suci dari luhur Pura Campuhan, Pataka Polda Bali disucikan. Prosesi ini adalah manifestasi dari doa dan harapan agar segala mala (keburukan, rintangan, dan kotoran) yang mungkin melekat selama menjalankan tugas setahun ke belakang, dapat dilebur dan dikembalikan ke keheningan laut.

Lebih dari sekadar ritual, penyucian Pataka ini adalah momen refleksi diri bagi seluruh personel Polda Bali. Di hadapan Sang Pencipta (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), mereka memohon anugerah dan kekuatan batin. Tujuannya satu: agar di usia yang ke-80 tahun ini, Polri semakin tangguh, semakin dicintai masyarakat, dan senantiasa diberikan kelancaran dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas Polda Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Kedekatan dengan Masyarakat, Polda Bali Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Beragam Kegiatan
Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Adakan Jalan Sehat Serta Layanan Publik
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Gelar Olahraga Bersama dan Bazar UMKM
Sinergitas TNI-Polri-Pecalang Amankan Nyatur Desa Ida Sesuhunan Desa Adat Bitera, Ribuan Krama Ikuti Prosesi dengan Tertib
Patroli Barcode Malam Hari, Polsek Tampaksiring Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kamtibmas
Bhabinkamtibmas Singakerta Sambang Warga, Sampaikan Imbauan Kamtibmas
Patroli Berskala Besar Polsek Denpasar Utara, Antisipasi Gangguan Kamtibmas pada Malam Hari
Patroli Gabungan di Pelabuhan Benoa, Sinergi Aparat Cegah Kriminalitas & Premanisme
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:38 WIB

Wujudkan Kedekatan dengan Masyarakat, Polda Bali Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Beragam Kegiatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:36 WIB

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Adakan Jalan Sehat Serta Layanan Publik

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:31 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Gelar Olahraga Bersama dan Bazar UMKM

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:39 WIB

Sinergitas TNI-Polri-Pecalang Amankan Nyatur Desa Ida Sesuhunan Desa Adat Bitera, Ribuan Krama Ikuti Prosesi dengan Tertib

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:25 WIB

Patroli Barcode Malam Hari, Polsek Tampaksiring Perkuat Pengawasan di Titik Rawan Kamtibmas

News Update