Polres Jembrana terus mengintensifkan langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026. Mengedepankan pendekatan humanis, personel Subsatgas Binmas turun langsung ke tengah masyarakat memberikan edukasi, pembinaan, dan penyuluhan guna mencegah aksi premanisme serta berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Jembrana, pada Kamis (06/08/2026).
Kegiatan diawali dengan Arahan Awal Pimpinan (AAP) kepada seluruh personel yang terlibat operasi sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lapangan. Selanjutnya, personel menyambangi sejumlah lokasi strategis, seperti warung, kios, pertokoan, pasar tradisional, hotel, hingga pusat-pusat aktivitas masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai bahaya premanisme, perjudian, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras ilegal, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembinaan adalah Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo. Di wilayah tersebut, personel Subsatgas Binmas berdialog langsung dengan pemilik warung dan kios yang menjual minuman keras. Melalui pendekatan persuasif, petugas memberikan pemahaman mengenai ketentuan hukum yang berlaku serta pentingnya tidak memperjualbelikan minuman keras tanpa izin guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Edukasi serupa juga dilaksanakan di kawasan pertokoan Jalan Ngurah Rai, Pasar Melaya, Toko Emas Satria Mas di Kelurahan Loloan Timur, Pasar Ijogading, hingga Negara Hotel di Kelurahan Pendem. Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, personel juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sebagai bentuk penguatan edukasi, petugas turut membagikan brosur serta memasang media sosialisasi yang memuat informasi mengenai pencegahan premanisme dan penyakit masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Kasubsatgas Binmas Operasi Pekat Agung 2026 Polres Jembrana, IPTU I Putu Suardana, mengatakan bahwa pendekatan preemtif dan preventif menjadi strategi utama dalam pelaksanaan operasi, sehingga masyarakat tidak hanya memahami aturan hukum, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Operasi Pekat Agung tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk premanisme, perjudian, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras ilegal, maupun penyakit masyarakat lainnya. Keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar IPTU I Putu Suardana.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap aman, damai, dan kondusif.
Melalui pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026 yang dilakukan secara berkesinambungan, Polres Jembrana berharap kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan budaya menjaga keamanan lingkungan semakin mengakar. Pendekatan humanis yang dikedepankan diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas.
Polres Jembrana juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan maupun tindak premanisme melalui Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat. Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Jembrana tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polres Jembrana


