Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bali turut hadir dalam penutupan Buleleng Festival 2026 yang mengusung tema “Uriping Rasa”, di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Minggu kemarin malam. Dirilis hari ini, pada Senin (24/08/2026).
Acara dibuka dengan penampilan Tari Kusuma Udyana dari Sanggar Seni Rare Mekar Tejakula. Selanjutnya, Bupati Buleleng menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi menutup pelaksanaan Buleleng Festival 2026 yang telah berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival, mulai dari panitia, aparat keamanan, jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng, tokoh adat, sponsor, relawan, seniman, hingga masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buleleng Festival 2026 dinilai tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan budaya melalui perpaduan tradisi dengan inovasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus membawa semangat “Uriping Rasa”, yang mencerminkan kepekaan, kebersamaan, dan gotong royong, dalam kehidupan sehari-hari serta dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.
Salah satu momentum penting dalam penutupan Buleleng Festival 2026 adalah penyerahan sertifikat Hak Cipta oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali kepada Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, atas karya ciptaan “Desain Arsitektur Praja Mandala Singa Ambara Raja.”
Desain tersebut merepresentasikan ruang yang menghidupkan kembali sejarah dan kejayaan Kota Singaraja serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Buleleng. Praja Mandala Singa Ambara Raja juga memiliki nilai strategis sebagai titik nol Kota Singaraja, kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng, sekaligus landmark peradaban Bali Utara.
Sertipikat Hak Cipta selanjutnya diserahkan kepada Ibu Bupati Buleleng, dr. Ida Ayu Wardhany, M.Repro, atas karya ciptaan “Seni Motif Tenun Tunjung Ungu.”
Motif Tenun Tunjung Ungu terinspirasi dari bunga tunjung yang tumbuh dan mekar dari lumpur menuju cahaya. Motif tersebut menggambarkan keteguhan, kesucian, kebijaksanaan, serta keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Pemilihan warna ungu memperkuat makna keagungan, kewibawaan, dan kreativitas.
Penyerahan kedua sertifikat Hak Cipta tersebut menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam memberikan pelindungan hukum terhadap karya kreatif sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya pencatatan dan pelindungan Kekayaan Intelektual.
Kegiatan penutupan Buleleng Festival 2026 kemudian diakhiri dengan penampilan Tari Puputan Jagaraga dari Sanggar Seni Rare Mekar Tejakula.
Melalui momentum tersebut, Kanwil Kemenkum Bali terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendorong pelindungan Kekayaan Intelektual, pelestarian seni dan budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing potensi lokal Bali.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Kemenkum Bali






