HUT ke-14 IWO Nasional dan 1 Tahun IWO Bali, Gubernur Koster Tegaskan Media Online Sangat Berperan Dalam Era Informasi Digital

- Redaktur

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Wartawan Online (IWO) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 secara nasional yang dirangkaikan dengan peringatan satu tahun perjalanan IWO Provinsi Bali. Mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali”, perayaan tersebut digelar di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026).

Peringatan HUT IWO ke-14 dan HUT ke-1 IWO Bali tidak hanya dikemas dalam seremoni perayaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi pers di tengah perubahan besar dunia digital. Rangkaian kegiatan turut diisi dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut yang Berbeda”, yang membahas berbagai tantangan dan masa depan pembangunan Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster, yang juga merupakan Ketua Badan Kehormatan IWO Bali, hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Koster menilai keberadaan IWO merupakan respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat serta mengubah lanskap penyebaran informasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perkembangan media online telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Informasi kini bergerak dengan cepat, bahkan mampu menjangkau hingga ke ruang kehidupan pribadi masyarakat.

“Dulu kita mengenal media konvensional, sekarang media online berkembang. Ini merupakan respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bergerak sangat cepat,” ujar Koster.

Ia mengatakan, perkembangan ekosistem digital harus dimanfaatkan sebagai wahana bersama untuk kepentingan pembangunan bangsa dan negara, termasuk pembangunan Bali.

Karena itu, tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” dinilai memiliki makna strategis. Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal proses pembangunan dengan tetap berpegang pada kebenaran, keberimbangan, objektivitas, sikap kritis dan etika jurnalistik.

Koster menegaskan media memiliki posisi yang berbeda dengan lembaga pemerintahan. Media harus tetap menjalankan independensinya sebagai ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Media merupakan wahana interaksi antara pemerintah dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat dan berbagai pihak lainnya. Karena itu perannya sangat penting,” katanya.

Ia menekankan bahwa kebebasan dan kecepatan media online harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik.

Menurutnya, pers harus tetap kritis dan berani menyampaikan fakta, tetapi tidak mengada-ada atau membangun informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Harus berani mengatakan apa adanya. Apa yang terjadi, sampaikan. Kalau ada hal yang buruk, sampaikan. Kalau ada hal yang positif, sampaikan juga kepada masyarakat,” tegasnya.

Koster menambahkan, keberadaan IWO Bali tidak berarti harus menjadi bagian dari pemerintah hanya karena dirinya menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan organisasi tersebut.

Menurutnya, IWO Bali harus tetap bekerja secara independen sesuai dengan mekanisme dan sistem organisasi serta prinsip jurnalistik.

“Tidak berarti IWO harus menjadi seperti perangkat daerah pemerintah provinsi. Tidak perlu begitu. Natural saja, bekerja sesuai dengan sistem yang dimiliki,” ujarnya.

Media Online Jadi Sumber Informasi Cepat

Koster secara terbuka mengakui bahwa media online memiliki peran besar dalam membantu pemerintah mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia mengaku rutin mengikuti pemberitaan, terutama informasi terkini yang berkembang di berbagai daerah di Bali.

Kecepatan media online, menurutnya, menjadi keunggulan penting dalam era digital.

“Saya banyak mengetahui perkembangan yang terjadi di masyarakat justru dari media. Terutama media online karena cepat,” katanya.

Informasi yang diperoleh dari media, lanjut Koster, kerap langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi perangkat daerah maupun pemerintah kabupaten dan kota terkait.

Mulai dari persoalan infrastruktur hingga berbagai permasalahan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah, pemberitaan media dapat menjadi salah satu sumber informasi yang membantu mempercepat respons.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menyoroti pola birokrasi yang dinilainya masih belum sepenuhnya mampu mengikuti kecepatan perubahan zaman.

Ia menilai pola komunikasi dan pelaporan birokrasi harus berubah karena masyarakat kini membutuhkan respons yang cepat terhadap persoalan yang terjadi.

Baca Juga:  Seorang Mahasiswa Jatuh Akibat Hilang Kontrol di Jalan Gatsu, Polda Bali Ingatkan Pedomani Berlalu Lintas

“Dunia sekarang sudah berubah. Cara berkomunikasi berubah. Cara melapor kepada pimpinan juga harus berubah. Masyarakat sekarang ingin mendapatkan respons yang cepat,” tegasnya.

Koster mengungkapkan, dirinya masih sering mengetahui persoalan yang membutuhkan penanganan cepat dari pemberitaan media dibandingkan laporan langsung dari jajaran perangkat daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi birokrasi agar lebih responsif terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Pers Diajak Mengawal Haluan Bali 100 Tahun

Dalam momentum peringatan HUT IWO tersebut, Koster juga mengajak IWO Bali untuk mengambil peran dalam mengkomunikasikan arah pembangunan jangka panjang Pulau Dewata kepada masyarakat.

Menurutnya, Bali telah memiliki Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun untuk periode 2025–2125 yang menjadi pedoman dalam memikirkan masa depan Bali secara berkelanjutan.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh arah pembangunan jangka panjang tersebut.

Karena itu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat, perguruan tinggi, organisasi dan berbagai pemangku kepentingan.

Koster berharap media, termasuk IWO Bali, dapat ikut mengambil peran dalam mengkomunikasikan arah pembangunan tersebut secara luas kepada masyarakat.

“Bali harus dipikirkan bukan hanya untuk kehidupan hari ini, tetapi juga untuk kehidupan ke depan. Postur, kualitas dan daya saing Bali ke depan harus dipikirkan sejak sekarang,” katanya.

Menurutnya, pembangunan jangka panjang harus memperhatikan berbagai aspek kehidupan, bukan hanya manusia, tetapi juga keberlangsungan seluruh ekosistem dan alam Bali.

Koster Soroti Ketahanan Energi Bali

Salah satu isu strategis yang turut disampaikan Koster dalam perayaan HUT IWO adalah persoalan ketahanan energi Bali.

Ia mengingatkan bahwa kebutuhan listrik di Bali terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, aktivitas masyarakat dan perkembangan sektor pariwisata.

Menurut Koster, energi kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat modern.

Hampir seluruh aktivitas sehari-hari bergantung pada ketersediaan listrik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan ekonomi dan industri.

“Sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar. Banyak aktivitas masyarakat yang bergantung pada listrik,” ujarnya.

Koster mengatakan Bali juga memiliki kepentingan besar untuk memastikan ketersediaan energi yang aman dan berkelanjutan karena posisi Pulau Dewata sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia.

Gangguan pasokan listrik, menurutnya, dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas pariwisata.

Karena itu, sejak awal masa kepemimpinannya, Koster mengambil kebijakan untuk mendorong Bali menuju kemandirian energi dengan sumber energi yang lebih bersih.

“Bali harus mandiri energi dan menggunakan energi bersih,” tegasnya.

Kemandirian energi yang dimaksud, kata Koster, bukan berarti Bali harus menutup seluruh hubungan dengan sistem energi di luar daerah.

Namun, kebutuhan energi Bali harus memiliki dukungan pembangkit yang berada di wilayah Bali sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Koster juga menyoroti ketergantungan Bali terhadap pasokan listrik melalui jaringan kabel bawah laut dari Pulau Jawa.

Menurutnya, sistem tersebut memiliki sejumlah risiko, baik karena faktor alam, aktivitas di laut maupun potensi gangguan teknis lainnya.

Ia menilai ketergantungan terhadap sistem tersebut perlu dikurangi secara bertahap dengan memperkuat pembangkit energi di Bali.

“Kalau terjadi gangguan pada kabel bawah laut, dampaknya bisa sangat besar terhadap pasokan listrik Bali. Karena itu kita harus memikirkan sumber energi yang aman untuk kebutuhan Bali ke depan,” ujarnya.

Selain memperkuat ketahanan energi, Koster menekankan bahwa kebijakan energi Bali harus tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, penggunaan energi bersih merupakan bagian dari komitmen menjaga alam Bali.

“Alam Bali harus bersih. Ini bukan hanya perintah pemimpin atau aturan, tetapi juga tuntutan nilai dan kearifan lokal Bali,” katanya.

Pewarta/Editor: Bambang S Priyono/Juli ESP

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas IWO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

PWO DWIPA Tekankan: Commander Wish Bukan Sekadar Slogan, Harus Terbukti Nyata di Pelayanan Masyarakat
Silaturahmi ke Mahkamah Agung, Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergi Sistem Peradilan Pidana
Perkuat Sinergi Sistem Peradilan Pidana, Kapolri Silaturahmi ke Kejaksaan Agung
Sukses adalah Seberapa Banyak Orang yang Kita Bantu Berdiri: “Pesan Menyejukkan Ketum PITI Dr. Ipong Hembing Putra”
Sertijab: “Irjen Pol. Daniel Adityajaya Berikan Tongkat Kepemimpinan Polda Bali kepada Irjen Pol. Dr. Pasma Royce”
Siap Jaga Kedaulatan Negara, 1.944 Taruna TNI-Polri Resmi Wisuda di Magelang
Panglima TNI: “Pendidikan Integratif Fondasi Kuat Lahirkan Pemimpin yang Adaptif dan Berkarakter”
Selesaikan Pendidikan Dasar Keprajuritan, 1.595 Taruna TNI dan 349 Bhayangkara Taruna Akpol Wisuda
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:26 WIB

PWO DWIPA Tekankan: Commander Wish Bukan Sekadar Slogan, Harus Terbukti Nyata di Pelayanan Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Silaturahmi ke Mahkamah Agung, Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergi Sistem Peradilan Pidana

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Perkuat Sinergi Sistem Peradilan Pidana, Kapolri Silaturahmi ke Kejaksaan Agung

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sukses adalah Seberapa Banyak Orang yang Kita Bantu Berdiri: “Pesan Menyejukkan Ketum PITI Dr. Ipong Hembing Putra”

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Sertijab: “Irjen Pol. Daniel Adityajaya Berikan Tongkat Kepemimpinan Polda Bali kepada Irjen Pol. Dr. Pasma Royce”

News Update

POLDA BALI

Minggu Kasih, Kapolda Bali Sapa Jemaat GKPB Kristus Kasih Denpasar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:58 WIB