KelapaSatuNEWS DENPASAR — BNN Kota Denpasar mengungkap 4 kasus peredaran etomidate di Bali. Narkotika golongan II ini sebelumnya digunakan sebagai obat anestesi, kini disalahgunakan dalam bentuk cair yang disamarkan ke dalam liquid rokok elektronik.
Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol. Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Ngopi Santuy bersama IWO Bali, pada Rabu (30/09/2026).
⚠️ Modus & Bahaya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
– Etomidate sulit dikenali secara kasat mata, harus melalui uji laboratorium
– Efek: halusinasi, kehilangan kesadaran, pingsan, berisiko bagi kesehatan
– Sebagian besar masuk melalui jasa pengiriman, harga sekitar Rp5 juta
– Sasaran utama: usia 15–40 tahun
📍 Dua Wilayah Zona Merah
Desa Pemogan dan Desa Pemecutan Klod masuk kategori zona merah kerawanan peredaran narkotika di Denpasar.
🛡️ Upaya Pencegahan
– Dorong 43 desa/kelurahan di Denpasar menjadi Desa Bersinar
– Edukasi keluarga dan sekolah waspadai perubahan perilaku anak
– Program Intervensi Berbasis Masyarakat, Sobat Bersinar, dan IKAN
– Masyarakat diminta laporkan dugaan ke pihak berwenang, jangan periksa sendiri
“Perang melawan narkotika tidak bisa BNN sendiri. Pencegahan sejak dini dan keluarga adalah benteng terkuat,” tegasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas BNN Kota Denpasar






