Polresta Denpasar mengumumkan capaian akhir tahun terkait gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) selama tahun 2025, yang diumumkan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi mewakili Kapolresta Denpasar, didampingi oleh Kasi Propam, Wakasat Reskrim, Wakasat Resnarloba, dan Wakasat Lantas, pada Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan data yang diumumkan, total kasus kamtibmas per bulan berkisar antara 301 kasus (Maret) hingga 468 kasus (Oktober). Penyelesaian kasus juga bervariasi, dengan angka tertinggi mencapai 264 kasus pada Oktober dan terendah 83 kasus pada Juli.
Dibandingkan dengan Tahun 2024
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
– Jenis kejahatan: Menurun sebanyak 67 kasus atau -1,55%. Di antaranya, kejahatan konvensional turun 8 kasus (-0,20%), transnasional 58 kasus (-17,85%), dan terhadap kekayaan negara 1 kasus (-12,50%). Namun, penyelesaian kejahatan kriminalitas justru meningkat 548 kasus atau 21,13%.
– Pelanggaran: Menurun 19 kasus atau 90,48%.
– Gangguan ketertiban umum: Meningkat 79 kasus atau 40,72%.
– Bencana: Meningkat 24 kasus atau 240%.
– Kasus menonjol: Secara keseluruhan naik 12 kasus atau +1,65%, dengan kasus curat menjadi yang paling signifikan meningkat sebanyak 33 kasus atau +20%.
– Kecelakaan lalu lintas: Menurun 67 kasus atau -3,16% (dari 2.114 kasus di 2024 menjadi 2.047 kasus di 2025). Penyelesaian kasus laka lantas juga turun 441 kasus atau -29,30% (dari 1.505 kasus menjadi 1.064 kasus).

Upaya Penekanan Kamtibmas
Untuk menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif, Polresta Denpasar telah melaksanakan sejumlah upaya, antara lain:
– Menjalin sinergitas dengan instansi terkait.
– Melaksanakan cooling system melalui sambang kamtibmas kepada tokoh adat, agama, masyarakat, serta kegiatan rutin seperti Jumat Curhat dan Minggu Kasih.
– Melaksanakan kegiatan preemtif berupa KRYD dan penertiban penduduk pendatang bekerja sama dengan Bhabinsa dan Linmas dalam wadah Sipandu Beradat.
Disamping itu, berdasarkan kasus curat yang tercatat dan dilaporkan tahun 2025 berada di wilayah Denpasar Selatan yang menjadi lokasi paling menonjol dengan beberapa kejadian yang cukup signifikan, antara lain:

– Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Pemogan: Terjadi pencurian pada minimarket dengan kerugian mencapai sekitar Rp27,5 juta, di mana pelaku membobol plafon dan membawa pulang rokok serta uang tunai sebanyak Rp19 juta lebih.
– Jalan Raya Sesetan: Dua tempat usaha yaitu Zaen Gym Store dan Loading Café menjadi sasaran, dengan kerugian di Zaen Gym Store sendiri mencapai Rp300 juta akibat pencurian kamera dan perlengkapan elektronik lainnya.
– Jalan Tukad Citarum, Panjer: Terjadi kasus pencurian HP di warung, yang berujung pelaku dihajar massa sebelum ditarik oleh polisi.
Selain itu, ada juga kasus serupa di kawasan Bypass Pesanggaran dan Indomaret Pedungan yang dilakukan oleh pelaku yang sama dengan kasus minimarket di Pemogan. Meskipun ada kasus curas di Denpasar Utara, lokasi Denpasar Selatan lebih banyak mencatat kejadian curat dengan nilai kerugian yang cukup besar.
“Mengenai rekayasa arus lalulintas, ada beberapa titik rawan kemacetan yang difokuskan yaitu di wilayah Bandara Ngurahrai, Kuta Selatan, Kuta Utara, dan Living World, ini perlu perhatian khusus buka tutup arus lalulintas, yang dimulai dari pukul 14.00 Wita sampai dengan pukul 01.00 Wita dini hari. Tergantung situasional saat itu, sampai bubar masayarakat yang merayakan tahun baru,” tutup Kompol Sukadi.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polresta Denpasar





