Telusuri Kontrol terhadap Kejahatan PT Position di Halmahera Timur: “Struktur Kepemilikan & Jejaring Korporasi”

- Redaktur

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah laporan investigasi mendalam mengungkap wajah kelam di balik booming nikel di Halmahera Timur. Laporan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) berjudul “Nikel dari Tanah Terampas: Kriminalisasi Warga dan Pertarungan Kuasa Antar-Korporasi di Halmahera” menguraikan bagaimana pulau yang kaya akan budaya dan sumber daya alam itu justru menjadi ajang perebutan pengaruh oleh konglomerasi yang melibatkan kekuatan modal, politik, dan jaringan internasional.

Laporan setebal 45 halaman tersebut menyoroti peran sentral PT Position, yang dalam operasinya tidak bisa dilepaskan dari struktur kepemilikan dan kebijakan yang diatur dari jarak jauh. Kontrol atas perusahaan ini tidak berada di tangan lokal, melainkan terpusat pada sebuah jejaring yang membentang dari Jakarta hingga pusat-pusat keuangan global, menciptakan sebuah monopoli siluman yang mengasingkan masyarakat Halmahera dari tanah dan masa depannya.

Struktur Holding dan Kepemilikan Asing: Kendali Terpusat di Balik PT Position

Di balik operasi tambang PT Position, berdiri konglomerat Harum Energy Tbk yang dikendalikan keluarga Barki. Sejak 2024, PT Position sepenuhnya berada di bawah kendali PT Tanito Harum Nickel (THN), anak usaha Harum Energy. Pola ini menunjukkan strategi konglomerasi untuk beralih dari bisnis batubara yang surut ke nikel, komoditas emas hijau untuk kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara kepemilikan, PT Position 51% dikuasai Tanito Harum Nickel, sementara 49% sisanya dimiliki Nickel International Capital Pte. Ltd. dari Singapura. Namun, kepemilikan asing ini hanya bagian dari struktur finansial. Sumber internal mengkonfirmasi seluruh kebijakan operasional, dari ekspansi izin, strategi hilirisasi, hingga penanganan konflik lahan, ditentukan secara terpusat oleh Harum Energy sebagai holding.

“Arah kebijakan selalu kembali ke grup Harum. Position hanya salah satu pintu operasional, bukan pusat kendali,” ujar seorang analis pertambangan.

Di lapangan, PT Position hanyalah satu puzzle dalam jaringan bisnis yang lebih besar. Perusahaan ini terhubung dengan jejaring smelter seperti PT Infei Metal Industry (IMI), PT Westrong Metal Industry (WMI), PT Blue Sparking Energy (BSE), dan PT Harum Nickel Perkasa (HNP) yang beroperasi di Kawasan Industri Weda Bay.

Proyek unggulan mereka, fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) berkapasitas 67.000 ton nikel per tahun, menegaskan ambisi grup Harum menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Dari Batubara ke Nikel: Strategi Transisi yang Menghancurkan

Harum Energy, yang selama ini dikenal sebagai raja batubara di Kalimantan, kini melakukan manuver besar-besaran ke sektor nikel. Ekspansi ini dilakukan melalui akuisisi, pendirian pabrik, dan kemitraan strategis dengan pemain global seperti Eternal Tsingshan Group Limited dari China.

Analisis pasar melihat ini sebagai strategi bertahan di era transisi energi. Namun, bagi Halmahera, transisi energi global ini justru diwarnai perusakan lingkungan dan konflik sosial yang dipicu kedatangan konglomerat yang sama kuatnya.

Aktor Kunci: Jejaring Kekuasaan di Balik Monopoli

Di balik nama besar PT Position, tersembunyi jaringan kekuasaan yang jauh melampaui urusan tambang. Struktur pimpinannya menunjukkan kombinasi antara kekuatan modal lama, koneksi politik, jejaring internasional, dan keahlian teknis yang mumpuni, sebuah konfigurasi yang menjadikan perusahaan ini salah satu pemain paling berpengaruh di industri nikel Indonesia.

Baca Juga:  Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI

Di puncak hierarki ada Lawrence Barki, Komisaris PT Position sekaligus Presiden Komisaris Harum Energy. Ia adalah pewaris generasi kedua dari konglomerasi keluarga Barki yang membangun kekayaan lewat batu bara di Kalimantan. Kini, Lawrence memindahkan pusat gravitasi bisnis keluarga ke sektor nikel, dari daratan Kalimantan menuju pesisir timur Halmahera.

Sementara itu, posisi Direktur Utama dipegang Stephanus Eka Dasawarsa Sutantio, nama yang kerap muncul dalam pusaran kontroversi. Ia tercatat dalam Paradise Papers karena kepemilikan entitas offshore di Bermuda, dan pernah diperiksa KPK dalam kasus besar Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sosoknya mencerminkan kompleksitas dunia bisnis Indonesia, di mana kekuasaan, modal, dan hukum sering kali berjalin tanpa garis yang jelas.

Kendali teknis operasional berada di tangan Hariyadi, teknokrat pertambangan berpengalaman empat dekade yang juga menjabat sebagai Direktur di Harum Energy. Ia memastikan bisnis tambang tetap berjalan mulus di tengah ketegangan antara pusat dan daerah, antara izin formal dan praktik lapangan.

Nama Yun Mulyana, mantan Wakapolri yang kini menjabat sebagai Komisaris Harum Energy, memberi lapisan baru pada kekuatan korporasi ini. Kehadirannya membuka jalur komunikasi strategis dengan aparat keamanan dan regulator, dua unsur vital dalam ekosistem bisnis tambang di Indonesia.

Selain itu, Kenneth Scott Andrew Thompson, warga negara Inggris yang duduk di kursi Komisaris PT Position, menjadi penghubung dengan dunia bisnis global. Ia membawa legitimasi internasional sekaligus memperkuat akses pada jaringan investasi lintas negara.

Dari sisi Timur, kekuatan modal Tiongkok hadir melalui Cao Zhiqiang dan He Xiaozhen. Keduanya menempati posisi strategis sebagai Direktur dan Komisaris, mewakili kepentingan Nickel International Capital dan Tsingshan Group, dua entitas besar yang menjadi motor ekspansi industri nikel Tiongkok di Asia Tenggara.

Susunan ini menjadikan PT Position bukan sekadar entitas bisnis, melainkan simpul dari kekuasaan global yang menyeberangi batas politik dan ekonomi. Di Halmahera, kekuasaan itu menjelma menjadi tambang yang tak hanya mengeruk nikel, tapi juga menggerus kedaulatan negara atas sumber daya.

“Ini bukan sekadar investasi asing biasa. Ini adalah struktur modal global yang mengatur ekosistem nikel dari tambang, logistik, hingga smelter,” ujar seorang akademisi ekonomi politik Maluku Utara.

Monopoli yang Merusak

PT Position bukanlah entitas yang berdiri sendiri. Ia adalah ujung tombak dari struktur raksasa yang menghubungkan modal domestik, modal asing, mantan petinggi negara, professional teknis, dan jaringan offshore internasional.

Struktur monopoli siluman inilah yang memastikan setiap konflik di lapangan, sengketa lahan, pelanggaran lingkungan, atau kriminalisasi warga, tidak pernah menjadi persoalan lokal. Setiap masalah selalu terhubung dengan jaringan yang jauh lebih besar dan kuat yang bekerja di balik layar, mengorbankan Halmahera Timur untuk mengamankan kendali atas komoditas strategis masa depan. (Tim).

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas Jatam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Bekuk 15 Tersangka Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Lintas Provinsi
Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan
Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI
Satgas Ops Damai Cartenz Tegaskan Profesionalisme Penegakan Hukum terhadap Anggota KKB
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tegaskan Profesionalisme Penegakan Hukum terhadap Anggota KKB
Bagikan Takjil dan Buka Puasa Bersama Bareng Insan Pers, Kapolri: “Suara Media Suara Publik”
Terduga Anggota Inti Kelompok Bersenjata di Yahukimo, Meno Heluka Diamankan Satgas Ops Damai Cartenz
Ketum/Sekjen DPP FRIC Sampaikan Imbauan: “Jaga Ketertiban dan Kekhusyukan Selama Bulan Suci Ramadan”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:58 WIB

Polda Riau Bekuk 15 Tersangka Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Lintas Provinsi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:38 WIB

Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:51 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz Tegaskan Profesionalisme Penegakan Hukum terhadap Anggota KKB

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:34 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tegaskan Profesionalisme Penegakan Hukum terhadap Anggota KKB

Berita Terbaru