Sebut Ketum PWOD: “Ini Jiwa Besar Penegak Hukum Hotman Paris Hutapea Pilih Merunduk dari Ucapan Kontroversial ke Ucapan Legowo”

- Redaktur

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditengah riuhnya kritik dan kegeraman publik atas ucapan kontroversialnya kepada wartawan, pengacara kondang justru mengambil langkah yang jarang dilakukan figur publik, meminta maaf secara terbuka. Bukan sekedar klarifikasi normatif, tetapi pengakuan bahwa emosinya telah melampaui batas profesionalisme. Dirilis hari ini, pada Selasa (21/07/2026).

Pernyataan yang sempat menyulut amarah insan pers itu muncul dalam konferensi pers terkait kasus mantan Jampidsus, ketika Hotman melontarkan kalimat, “lu punya otak nggak sih” kepada wartawan. Kalimat itu viral, dipotong, dipelintir, dan disajikan tanpa konteks utuh di media sosial, sebuah praktik yang kembali mempertanyakan etika distribusi informasi di era digital yang brutal.

Dalam video klarifikasinya, Hotman tidak mencari kambing hitam. Ia mengakui bahwa emosi memuncak karena pertanyaan berulang yang menurutnya telah dijawab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak tahu dan tidak punya kapasitas menjawab dugaan agenda tersembunyi institusi penegak hukum. Tapi karena emosi, saya terpancing,” ujarnya lugas.

Langkah ini menuai respons berbeda. Bukan lagi sekedar pembelaan diri, melainkan upaya meredam konflik dengan pendekatan humanis. Di tengah kultur publik yang kerap defensif, sikap ini menjadi anomali, dan sekaligus tamparan bagi banyak elit yang memilih bungkam atau justru menyerang balik kritik.

Ketua Umum DPP PWOD, Feri Rusdiono, SH tidak ragu memberikan apresiasi. Ia menilai tindakan Hotman sebagai bentuk kedewasaan yang layak dihormati. “Kami melihat ini sebagai sikap legowo. Hotman Paris adalah bagian dari keluarga besar pers. Tidak ada permusuhan permanen jika ada itikad baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Pasang Bendera Merah & Imbau Keselamatan, Satpolairud Polres Badung Patroli Pesisir Munggu–Pererenan

Lebih jauh, Feri menyentil fenomena yang lebih besar, relasi tegang antara elit hukum dan jurnalis yang sering dipenuhi ego dan miskomunikasi. Ia menegaskan bahwa pers bukan musuh, melainkan mitra kritis yang harus dihargai, bukan diremehkan, tetapi juga tidak boleh dimanipulasi oleh potongan narasi yang menyesatkan.

Kasus ini menjadi cermin keras. Di satu sisi, ucapan emosional seorang pengacara ternama bisa memicu gelombang kemarahan. Di sisi lain, cara ia merespons kritik justru membuka ruang rekonsiliasi. Di tengah atmosfer publik yang kerap penuh arogansi, sikap meminta maaf justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan.

Kini bola ada di tangan publik dan komunitas pers. Apakah akan terus memelihara bara konflik, atau mengakui bahwa di balik sosok flamboyan, ada keberanian untuk merunduk dan memperbaiki diri?

Yang jelas, langkah Hotman Paris telah menggeser narasi, dari kontroversi menuju refleksi. Dan dalam dunia hukum yang sering keras kepala, itu adalah langkah yang tidak kecil.

Oleh: Ketum PWOD Feri Rusdiono, SH.

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas PWOD Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

HUT ke-14 IWO Nasional dan 1 Tahun IWO Bali, Gubernur Koster Tegaskan Media Online Sangat Berperan Dalam Era Informasi Digital
Jangan hanya Penjara! FRIC: “Aset Koruptor Harus Dipulihkan untuk Kepentingan Rakyat”
FRIC Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset: “Hukuman Koruptor tak Cukup Penjara, Aset Hasil Kejahatan harus Dikembalikan ke Negara”
Ketum FRIC Desak DPR segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”
Semangat Kemerdekaan, Polri Serentak Gerakkan 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa Flores
FRIC: “Berdaulat, Adil, Makmur, Mari Kita Jaga, Bangun, dan Wariskan Negeri Ini dengan Akhlak Mulia”
Dirgahayu Indonesia ke-81, FRIC Instruksikan Seluruh Jajaran Semarakkan HUT RI dengan Kegiatan Positif
Merah Putih di Hati, FRIC Ajak Masyarakat Rawat Kebangsaan dengan Tindakan Nyata Sehari Hari
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:47

HUT ke-14 IWO Nasional dan 1 Tahun IWO Bali, Gubernur Koster Tegaskan Media Online Sangat Berperan Dalam Era Informasi Digital

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:38

Jangan hanya Penjara! FRIC: “Aset Koruptor Harus Dipulihkan untuk Kepentingan Rakyat”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:29

FRIC Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset: “Hukuman Koruptor tak Cukup Penjara, Aset Hasil Kejahatan harus Dikembalikan ke Negara”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:10

Ketum FRIC Desak DPR segera Sahkan RUU Perampasan Aset: “Sita Aset Koruptor, Kembalikan untuk Rakyat”

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:25

Semangat Kemerdekaan, Polri Serentak Gerakkan 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa Flores

News Update