Melukat dan Refleksi, Bapas Denpasar Hadirkan Pembimbingan Bermakna bagi Klien

- Redaktur

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar terus menghadirkan pembimbingan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan Klien Pemasyarakatan. Melalui kegiatan Radenjalak Permata (Rabu Bapas Denpasar Jajaki dan Laksanakan Pembimbingan Bersama Masyarakat Terpadu), Bapas Denpasar melaksanakan Bimbingan Kepribadian bertema “Pengendalian Diri dalam Mengendalikan Tri Kaya Parisudha bagi Klien Pemasyarakatan dalam Menjalani Reintegrasi Sosial” di Pura Tirta Empul, Kabupaten Gianyar, pada Rabu (09/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bapas Denpasar dalam menghadirkan pembimbingan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memadukan nilai budaya, kearifan lokal, dan nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian Klien Pemasyarakatan.

Selain mengikuti pembimbingan, para Klien Pemasyarakatan juga mengikuti prosesi ‘melukat’ di kawasan Pura Tirta Empul. Dalam tradisi Hindu Bali, melukat merupakan prosesi penyucian diri secara lahir dan batin dengan menggunakan air suci atau tirta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari pengalaman spiritual sekaligus momentum refleksi bagi para Klien.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kegiatan tersebut, Klien diajak untuk melakukan introspeksi, menata kembali sikap dan perilaku, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Kepala Bapas Kelas I Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan bahwa pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan perlu dilaksanakan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mendukung proses perubahan diri.

“Pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang penyampaian materi, tetapi juga bagaimana menghadirkan proses pembelajaran yang mampu menyentuh kesadaran dan kepribadian Klien. Melalui kegiatan ini, kami mencoba memadukan pembimbingan dengan nilai budaya, kearifan lokal, dan spiritualitas sebagai bagian dari proses refleksi serta pembentukan karakter,” ujar I Kadek Dedy.

Materi mengenai Tri Kaya Parisudha disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Tri Kaya Parisudha merupakan ajaran yang menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Menurut Ida Ayu Kade Ratna Wati, pengendalian diri memiliki peran penting dalam kehidupan setiap individu karena pikiran, perkataan, dan perbuatan saling berkaitan satu sama lain.

“Tri Kaya Parisudha mengajarkan pentingnya pengendalian terhadap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan karena apa yang dipikirkan akan memengaruhi apa yang diucapkan dan pada akhirnya tercermin melalui tindakan kita. Nilai inilah yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Klien Pemasyarakatan dalam menjalani perubahan diri dan kembali membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat,” ujar Ida Ayu Kade.

Melalui kegiatan Radenjalak Permata, Bapas Denpasar berupaya menghadirkan pembimbingan yang lebih kontekstual dan bermakna dengan memanfaatkan nilai-nilai yang tumbuh dalam budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam bagi Klien Pemasyarakatan.

Baca Juga:  Pererat Kebersamaan Lewat Lomba, Polresta Denpasar bersama Bhayangkari Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas Bapas Denpasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Bapas Denpasar Padukan Pembimbingan, Budaya, dan Nilai Spiritual di Pura Tirta Empul
Perkuat Sinergi Pembimbingan, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Buka FGD Klayan Binter di Jakarta Selatan
Siap Hadapi Peningkatan Klien Pemasyarakatan, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Perkuat Sinergi Melalui FGD Klayan Binter
Dukung Restorative Justice, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta: “Pembimbingan Klien Pemasyarakatan Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat”
Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Buka FGD Klayan Binter, Perkuat Pembimbingan Berbasis Masyarakat
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembimbingan Klien, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Resmi Buka FGD Klayan Binter
Perkuat Dukungan Keluarga, Kunci Utama Keberhasilan Pembinaan di Rutan Cipinang
Selain Keamanan, Rutan Cipinang Junjung Tinggi Nilai Kemanusiaan Lewat Kunjungan Khusus
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Rabu, 9 September 2026 - 12:41

Melukat dan Refleksi, Bapas Denpasar Hadirkan Pembimbingan Bermakna bagi Klien

Rabu, 9 September 2026 - 12:00

Bapas Denpasar Padukan Pembimbingan, Budaya, dan Nilai Spiritual di Pura Tirta Empul

Selasa, 8 September 2026 - 14:42

Perkuat Sinergi Pembimbingan, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Buka FGD Klayan Binter di Jakarta Selatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:35

Siap Hadapi Peningkatan Klien Pemasyarakatan, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta Perkuat Sinergi Melalui FGD Klayan Binter

Selasa, 8 September 2026 - 14:29

Dukung Restorative Justice, Kakanwil Pemasyarakatan Jakarta: “Pembimbingan Klien Pemasyarakatan Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat”

News Update