Oleh: J.E.S. Poetera – 98 tahun telah berlalu sejak para pemuda dari berbagai suku, bangsa, dan bahasa berkumpul di Jakarta pada 28 Oktober 1928. Saat itu, mereka mengikrarkan satu tekad; bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.
Sejak hari bersejarah itu, sudah tiga generasi bangsa Indonesia melewati perjalanan waktu. Generasi pertama menyuarakan kemerdekaan; generasi kedua mempertahankan dan membangun negeri; dan kini, generasi ketiga — kita — yang memikul tongkat estafet untuk membawa Indonesia semakin maju, bermartabat, dan berdaulat.
Perubahan zaman telah membawa banyak kemajuan, namun makna Sumpah Pemuda tidak pernah berubah. Di tengah keberagaman yang kita miliki, persatuan bukanlah hal yang terjadi dengan sendirinya — ia harus terus dijaga, diperjuangkan, dan dihidupkan dalam setiap langkah kita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumpah Pemuda bukan sekadar kenangan masa lalu. Ia adalah kompas masa depan. Bahwa kita berbeda suku, agama, dan budaya — tetapi kita tetap satu bangsa. Bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Mari kita jaga api persatuan itu tetap menyala. Karena Sumpah Pemuda bukanlah sumpah yang diucapkan sekali waktu, melainkan janji yang harus kita buktikan setiap hari — untuk Indonesia, untuk masa depan kita bersama.
Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026!
Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa — Selamanya.
Pewarta: Juli.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Redaksi/JES Poerera






