Imbau Masyarakat, Ketum dan Sekjen FRIC: “Waspada Berita Hoaks dan Tingkatkan Literasi Digital”

- Redaktur

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum FRIC (Fast Respon Indonesia Center, red) H. Dian Surahman bersama Sekretaris Jenderal H. Deden Hardening menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah terpancing, terprovokasi, maupun terpengaruh oleh berita hoaks yang marak beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan digital.

Dalam pernyataan resminya, Ketum FRIC H. Dian Surahman menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Informasi kini dapat diakses dan disebarluaskan dalam hitungan detik. Namun demikian, kemudahan tersebut juga membuka ruang bagi penyebaran informasi palsu, fitnah, serta konten provokatif yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Hoaks bukan sekadar informasi yang tidak benar, tetapi dapat berdampak luas terhadap stabilitas sosial, keamanan, bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, masyarakat harus semakin cerdas dan tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang diterima,” ujar H. Dian Surahman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal FRIC H. Deden Hardening menambahkan bahwa literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi derasnya arus informasi. Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebenaran suatu informasi sebelum menyebarkannya.

“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat. Jangan sampai karena kelalaian atau ketidaktahuan, kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing adalah langkah sederhana namun sangat penting,” tegas H. Deden Hardening.

Dalam himbauannya, jajaran pimpinan FRIC mengingatkan beberapa ciri umum berita hoaks yang perlu dikenali masyarakat, antara lain:
1. Mencermati alamat situs atau sumber informasi. Berita hoaks sering berasal dari situs yang tidak kredibel, menggunakan domain mencurigakan, atau meniru nama media resmi.

Baca Juga:  Ketum H. Dian Surahman dan Sekjen H. Deden Hardening Pimpin Apresiasi FRIC di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

2. Waspada terhadap judul sensasional dan provokatif. Biasanya menggunakan kata-kata yang memancing emosi, kemarahan, atau ketakutan agar pembaca segera membagikannya.

3. Memeriksa keaslian foto dan video. Banyak konten lama atau dari peristiwa berbeda digunakan kembali untuk menggiring opini.

4. Melakukan verifikasi dan cek fakta. Bandingkan informasi dengan pemberitaan dari media arus utama atau sumber resmi pemerintah.

Ketum dan Sekjen FRIC juga mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, kehati-hatian dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial harus menjadi budaya bersama.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam respon cepat dan kepedulian sosial, FRIC Fast Respon Indonesia Center berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dan pencegahan penyebaran hoaks. Kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, insan pers, tokoh agama, tokoh pemuda, serta komunitas digital akan terus diperkuat guna menciptakan ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Menutup pernyataannya, H. Dian Surahman dan H. Deden Hardening mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi netizen yang cerdas, bijak, dan beretika.

“Jangan mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menciptakan ruang digital yang aman, damai, serta kondusif untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas keduanya.

( HUMAS )

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas FRIC Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kapolri Tausyiah di Masjid Muhammadiyah: “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Kunci Rawat Kehidupan Berbangsa”
Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Polri dan BNN Perkuat Kerja Sama dengab Tiongkok, Ungkao 1,2 Ton Sabu di Aceh
98 Tahun Sumpah Pemuda: “Tiga Generasi Mengabdi, Satu Tekad, Indonesia Tetap Satu”
Rapat Pembentukan DPP FP2TI: “Rokok Kearifan Lokal Menuju Pita Cukai UMKM”
Tarif Pencatatan Hak Cipta Rp0 Diperluas, Seluruh Jenis Ciptaan Akan Gratis!
Ketum PBTI Saksikan Kejuraan Liga Taekwondo di Universitas Hasanudin Makassar
Kapolri Ungkap Laboratorium Narkoba di Pidie, Hampir 1,2 Ton Sabu Berhasil Diungkap
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Kapolri Tausyiah di Masjid Muhammadiyah: “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Kunci Rawat Kehidupan Berbangsa”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Polri dan BNN Perkuat Kerja Sama dengab Tiongkok, Ungkao 1,2 Ton Sabu di Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:23 WIB

98 Tahun Sumpah Pemuda: “Tiga Generasi Mengabdi, Satu Tekad, Indonesia Tetap Satu”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Rapat Pembentukan DPP FP2TI: “Rokok Kearifan Lokal Menuju Pita Cukai UMKM”

News Update