Denpasar — Menyikapi terjadinya antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah titik di Bali beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PEKAT IB Bali, I Ketut Putra Wijaya, menyampaikan kacamata dan penekanan pentingnya langkah pencegahan agar situasi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menurut I Ketut Putra Wijaya, dampak yang dirasakan masyarakat akibat antrean panjang BBM sangat luas, mulai dari terganggunya aktivitas harian, peningkatan biaya hidup, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, momen pasca penanganan darurat BBM ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait.
“Kita tidak hanya berfokus pada penanganan saat masalah terjadi, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mencegah hal tersebut terulang kembali. Kesiapan stok, kelancaran distribusi, dan transparansi informasi kepada masyarakat adalah kunci utama agar kondisi darurat BBM tidak terjadi lagi di Bali,” tegas Ketua DPW PEKAT IB Bali, I Ketut Pitra Wijaya, pada Senin (19/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, dan elemen masyarakat dalam memantau ketersediaan BBM di lapangan sejak dini. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang lebih baik, diharapkan ketimpangan pasokan dapat segera terdeteksi sebelum berkembang menjadi krisis yang meresahkan masyarakat.
“Kami berharap ke depan sistem distribusi dan pengawasan BBM semakin diperkuat, sehingga masyarakat Bali dapat menjalani aktivitasnya dengan tenang tanpa harus khawatir akan kelangkaan bahan bakar,” tambahnya.
PEKAT IB Bali juga siap menjadi mitra pengawasan masyarakat untuk bersama-sama menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk ketersediaan BBM yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Bali.
Pewarta: Juli.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: DPW PEKAT IB Bali







