Pendampingan psikologi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Polri untuk menjaga kesehatan mental personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat Agung 2026. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan dukungan dan pembinaan psikologis kepada personel agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan optimal. Hal itu disampaikan Kasatgas Banops Operasi Ketupat Agung 2026, Kompol I Nyoman Adika, SH., dalam keterangannya di Polres Badung, Sabtu (14/3/26).
Kompol Adika menyebut, kegiatan pendampingan psikologi ini dilakukan oleh Satgas Banops melalui Subsatgas Psikologi dengan mencakup beberapa aspek diantaranya aspek psikologis yaitu untuk menilai kondisi psikologis personel, baik sebelum, selama, maupun setelah pelaksanaan tugas operasi. Selanjutnya, aspek kesehatan mental yaitu untuk memberikan edukasi dan konseling tentang kesehatan mental kepada personel, serta aspek sosial yaitu untuk memberikan dukungan sosial kepada personel, baik dari keluarga maupun rekan kerja.
Kasatgas Banops mengatakan, pendampingan psikologi ini dilakukan secara berkala di berbagai tempat, seperti di markas Kepolisian, di lokasi penugasan, maupun di tempat tinggal personel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompol Adika menerangkan, pendampingan psikologi merupakan salah satu upaya penting yang dilakukan oleh satgas Operasi Ketupat Agung 2026 untuk menjaga kesehatan mental personel yang bertugas dalam operasi. “Tidak dapat dipungkiri pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 yang berlangsung selama 13 hari akan berpengaruh terhadap fisik dan mental personel yang bertugas,” ujarnya.
Lanjut ia menambahkan, perlunya pendampingan oleh tim subsatgas psikologi untuk mengetahui dan mendeteksi perubahan psikologis setiap anggota yang terlibat operasi. Kegiatan pendampingan psikologi ini diharapkan dapat membantu personel untuk menjalankan tugas dengan baik dan optimal. (hms)
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polres Badung






