Polisi Bersama Masyarakat KLUNGKUNG <> Polres Klungkung Melindungi, Mengayomi & Melayani — Dua unit rumah di Jalan Srikandi V, Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, mengalami kerusakan berat setelah senderan dasar di bawah bangunan masing-masing jebol, Senin (19/10) siang. Peristiwa ini terjadi di kawasan Perumahan Koperasi Srinadi Klungkung, tepat di tepi alur Tukad Subak Toye Hee. Terbit Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa jebolnya senderan terjadi sekitar pukul 12.00 WITA saat kedua rumah sedang kosong. Pemilik baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WITA setelah mendapat informasi dari warga lain, lalu melaporkannya ke pihak berwenang pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026.
Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Pada bangunan pertama milik Ni Wayan Muliani, senderan bagian selatan sepanjang 5 meter jebol, ikut merobohkan garasi, tembok pembatas, dan lantai rumah yang retak parah. Kerugian ditaksir sekitar Rp75 juta. Sementara pada bangunan kedua milik Ni Kadek Astini, senderan dan tembok penyengker sepanjang 7 meter amblas, menyebabkan satu pelinggih serta kandang ayam beton terjatuh ke dalam alur sungai. Kerugian diperkirakan sekitar Rp20 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Posisi Bangunan dan Pekerjaan di Lokasi Jadi Sorotan. Lokasi kejadian berada tepat di tepi Tukad Subak Toye Hee, di mana saat ini sedang berlangsung pekerjaan pembangunan senderan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Dari koordinasi awal, muncul beberapa hal penting; bangunan yang mengalami kerusakan diketahui tidak memiliki izin bangunan, serta posisinya dianggap terlalu dekat dengan alur sungai.
Pihak BWS Bali-Penida melalui I Wayan Juliarta menyatakan kesediaannya membantu pembangunan kembali senderan sungai, dengan syarat pemilik rumah bersedia menyesuaikan jarak bangunan minimal 1 meter dari batas alur sungai sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pihak Koperasi Srinadi Klungkung selaku pengembang perumahan masih berkoordinasi guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Penyebab pasti jebolnya senderan masih dalam kajian teknis, diduga berkaitan dengan kombinasi posisi bangunan di atas tanah urug, kondisi struktur yang kurang kuat, serta adanya aktivitas pekerjaan di alur sungai di bawahnya. Pemeriksaan teknis lebih mendalam masih diperlukan untuk memastikan akar permasalahan.
Diperlukan Pertemuan Bersama untuk Penyelesaian. Hingga saat ini situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Pemilik rumah, pihak pengembang, dan BWS Bali-Penida sepakat perlunya pertemuan bersama untuk membahas penyebab kejadian, tanggung jawab masing-masing pihak, serta langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pewarta: Juli.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polres Klungkung






