Home / TNI

Wastra Asli Lombok Timur: Tenun Pringgasela, Warisan Sakral Suku Sasak yang Mendunia

- Redaktur

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenun Pringgasela merupakan salah satu wastra kebanggaan Suku Sasak yang berasal dari Desa Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kain tradisional ini tidak sekadar hasil kerajinan, melainkan warisan budaya yang sarat makna dan telah diwariskan secara turun-temurun. Ciri khas Tenun Pringgasela terletak pada motif garis yang sederhana namun filosofis, serta tidak menampilkan simbol makhluk hidup karena diyakini memiliki nilai kesakralan yang dijaga oleh para leluhur.

Di balik keindahannya, Tenun Pringgasela menyimpan filosofi mendalam tentang siklus kehidupan manusia lahir, hidup, dan mati yang dikenal dalam motif “Sabok Beranak”. Seiring perjalanan waktu, tenun ini juga mengalami perkembangan akibat pengaruh interaksi budaya, khususnya dari pedagang Makassar dan Bugis. Asimilasi tersebut melahirkan variasi motif dan corak yang semakin kaya, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas utamanya.

Hingga kini, sejumlah pengrajin masih setia mempertahankan metode tradisional dalam proses pembuatannya. Mereka menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang dikenal dengan sebutan “gedogan”, serta bahan dasar benang kapas alami yang dipintal secara manual. Pewarnaan pun memanfaatkan bahan-bahan alami dari tumbuhan seperti daun ketapang, daun tarum, dan tunjung, menghasilkan warna-warna lembut yang khas dan ramah lingkungan. Proses yang panjang dan penuh ketelitian ini menjadikan setiap lembar kain Tenun Pringgasela memiliki nilai eksklusivitas tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa motif yang berkembang di kalangan masyarakat Sasak antara lain motif Pucuk Rebong yang melambangkan tunas bambu dan biasanya dikenakan oleh pria dalam acara adat; motif Sundawa dengan ragam hias garis dan belah ketupat yang digunakan dalam momen pernikahan atau acara istimewa; serta motif Sari Menanti yang lebih modern dengan garis lurus dan corak beras patah, yang kini banyak diminati generasi muda.

Baca Juga:  Pangdam IX/Udayana: TMMD Wadah Nyata Percepat Pembangunan Wilayah Terpencil

Salah satu sosok yang konsisten melestarikan warisan ini adalah Ny. Lilik Mariana, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 1615/Lombok Timur Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana. Sebagai pengelola UMKM Tenun Pringgasela, ia meneruskan tradisi keluarga dengan penuh dedikasi. Untuk menghasilkan sehelai kain, dibutuhkan waktu antara satu hingga tiga bulan, dimulai dari pemilihan bahan kapuk berkualitas, proses pemintalan menjadi benang katun halus, hingga tahap pewarnaan dan penenunan.

Didukung oleh suaminya, Pelda Muhammad Nukman yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 05 Masbagik, Ny. Lilik Mariana terus mengembangkan usahanya sembari menjaga nilai-nilai tradisional yang melekat pada setiap helai tenun. Melalui media sosial seperti Instagram @tenunpersitlotim, ia juga aktif memperkenalkan Tenun Pringgasela kepada pasar yang lebih luas.

Tenun Pringgasela bukan hanya sekadar kain, melainkan simbol jati diri, ketekunan, dan kearifan lokal masyarakat Lombok Timur. Di tengah arus globalisasi, keberadaannya menjadi bukti bahwa tradisi dapat tetap hidup dan relevan, bahkan memiliki daya saing tinggi di pasar modern. Bangga menggunakan identitas Nusantara, Tenun Pringgasela, wastra yang menenun cerita, menjaga tradisi, dan mengangkat martabat budaya Indonesia ke panggung dunia. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Pendam IX Udayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melalui Wasbang, Babinsa Delod Peken Tanamkan Semangat Pancasila sebagai Benteng Keutuhan NKRI
Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Babinsa Delod Peken Ajak Generasi Muda Mengamalkan Nilai Luhur Bangsa
Wujudkan Generasi Berkarakter, Babinsa Delod Peken Sosialisasikan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Bentengi Generasi dari Pengaruh Negatif, Babinsa Delod Peken Gencarkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila 
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kodim 1611/Badung dan Ribuan Peserta Bersihkan Pantai Padang Galak
Babinsa Sanur Kaja: “Gotong Royong Jadi Wujud Kepedulian Nyata Jaga Lingkungan”
Dandim 1611/Badung: “Kerja Bakti Bukti Komitmen Kuat Indonesia Lindungi Lingkungan Global”
TNI AD Bangun Jembatan: “Akses Penghubung Antar Desa di Wilayah Kabupaten Alor”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:50 WIB

Melalui Wasbang, Babinsa Delod Peken Tanamkan Semangat Pancasila sebagai Benteng Keutuhan NKRI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:48 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Babinsa Delod Peken Ajak Generasi Muda Mengamalkan Nilai Luhur Bangsa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:47 WIB

Wujudkan Generasi Berkarakter, Babinsa Delod Peken Sosialisasikan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:45 WIB

Bentengi Generasi dari Pengaruh Negatif, Babinsa Delod Peken Gencarkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:30 WIB

Babinsa Sanur Kaja: “Gotong Royong Jadi Wujud Kepedulian Nyata Jaga Lingkungan”

Berita Terbaru