Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. Made Astawa, S.I.K., secara resmi membuka kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda Polda Bali Tahap I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan internal guna memastikan tata kelola organisasi berjalan secara optimal, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Bali membacakan sambutan Kapolda Bali yang menegaskan bahwa audit kinerja merupakan agenda rutin organisasi yang memiliki peran strategis sebagai mekanisme kontrol dan penguatan tata kelola. Audit ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai instrumen quality control dan early warning system guna menjamin prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam mewujudkan good governance di lingkungan Kepolisian Daerah Bali.
Disampaikan pula bahwa perencanaan yang baik harus disusun berdasarkan analisis risiko yang komprehensif, pemetaan kebutuhan riil organisasi, serta sinkronisasi dengan dokumen perencanaan strategis dan rencana kerja tahunan. Kesalahan pada tahap perencanaan akan berdampak sistemik terhadap pelaksanaan program dan mekanisme pengendalian di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Wakapolda Bali menekankan agar kegiatan audit kinerja ini tidak dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Seluruh jajaran diminta melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk komitmen pertanggungjawaban dalam mengelola sumber daya dan program kerja di lingkungan Polda Bali.
Kepada Irwasda dan segenap auditor Itwasda Polda Bali, ditegaskan agar pelaksanaan audit dilakukan secara profesional, objektif, independen, dan berbasis data. Rekomendasi yang diberikan diharapkan bersifat konstruktif, aplikatif, serta mampu menjadi solusi atas setiap temuan. Audit kinerja harus menjadi ruang perbaikan berkelanjutan (*continuous improvement*), bukan sekadar pemenuhan aspek administrasi.
Sementara itu, para Kasatker dan Kasatwil sebagai objek pemeriksaan ditekankan untuk bersikap terbuka, kooperatif, dan proaktif. Penyajian data dukung yang valid dan akurat menjadi kunci keberhasilan proses audit. Momentum ini juga diharapkan menjadi sarana evaluasi diri dalam memperkuat fungsi perencanaan serta mempertajam pengorganisasian di masing-masing satuan kerja dan wilayah.
Mengakhiri sambutan, Wakapolda Bali mengingatkan seluruh jajaran agar memedomani saran, masukan, serta rekomendasi yang telah diberikan oleh tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia maupun Inspektorat Pengawasan Umum Polri pada pelaksanaan audit kinerja sebelumnya, sehingga setiap catatan perbaikan dapat ditindaklanjuti secara nyata dan berkelanjutan.
Dengan dibukanya Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda Polda Bali Tahap I T.A. 2026 ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Bali semakin memperkuat komitmen dalam membangun organisasi yang profesional, modern, dan terpercaya.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Humas Polda Bali






