Alam dan Akhlak: “Rumah yang Dijaga, Bukan Mangsa yang Dihabisi”

- Redaktur

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alam dan Akhlak: “Rumah yang Dijaga, Bukan Mangsa yang Dihabisi”

Oleh: KBP Jansen Avitus Panjaitan

Semangat Pagi…!!!

Ketika akhlak suatu bangsa merosot, alam tidak lagi menjadi ibu yang mengasuh, melainkan saksi bisu yang ikut layu. Pepohonan kehilangan rindangnya, sungai kehilangan jernihnya, dan udara pun perlahan tak lagi segar untuk dihirup. Alam yang asri hanya mau bersemi di bawah asuhan manusia yang berbudi luhur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan bermimpi melihat alam yang senantiasa subur dan terjaga, jika karakter bangsa masih terkubur dalam kehancuran moral. Seringkali kita lupa: karakter yang kuat dan baik adalah air yang menghidupkan jiwa, sekaligus pupuk yang menyuburkan semesta ini. Keduanya tak dapat dipisahkan, bagaimana kita bisa menjaga bumi, jika kita belum mampu menjaga diri sendiri?

Baca Juga:  Eratkan Sinergi, Kapolres Bangli Audiensi dengan Bupati Bahas Keamanan dan Pembangunan Daerah

Maka, tanamlah terlebih dahulu benih karakter yang baik dan kuat di dalam diri. Bangunlah akhlak yang mulia, karena itu sesungguhnya adalah ibadah tertinggi kepada semesta. Manusia yang beradab selalu memperlakukan bumi sebagai rumah yang dijaga bersama, bukan mangsa yang dihabisi sesuka hati.

Bumi ini bukan warisan semata, melainkan titipan untuk dijaga. Dan menjaganya dimulai dari satu hal sederhana: memperbaiki diri.

Selamat beraktivitas, semoga hari ini kita menjadi bagian dari solusi, bukan kerusakan.

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Redaksi/Jansen A Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Yang tak Ikut Mati saat Kita Kembali ke Tanah: “Iman, Amal, Ilmu, dan Kebaikan”
Semangat Pagi: “Hati yang Rendah adalah Pintu Menuju Kebijaksanaan”
Semangat Pagi: “Hari Ini adalah Kendali, Esok adalah Misteri”
Saling Menyukai Hanyalah Soal Rasa, Saling Memahami Adalah Soal Siapa yang Ingin Berusaha
🕊️Kedamaian Sejati Milik Mereka yang Memilih Memaafkan & Bersabar
Semangat Pagi: “Berserah Bukan Berarti Menyerah”, Oleh Jansen A Panjaitan
Bakti Kesehatan: Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Khitanan Massal, Wujud Polri untuk Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Yang tak Ikut Mati saat Kita Kembali ke Tanah: “Iman, Amal, Ilmu, dan Kebaikan”

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Alam dan Akhlak: “Rumah yang Dijaga, Bukan Mangsa yang Dihabisi”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:38 WIB

Semangat Pagi: “Hati yang Rendah adalah Pintu Menuju Kebijaksanaan”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Semangat Pagi: “Hari Ini adalah Kendali, Esok adalah Misteri”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Saling Menyukai Hanyalah Soal Rasa, Saling Memahami Adalah Soal Siapa yang Ingin Berusaha

News Update