Semangat Pagi: “Sembunyi di Balik Kesombongan”

- Redaktur

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semangat Pagi: “Sembunyi di Balik Kesombongan”

Oleh: KBP Jansen Avitus Panjaitan

Selamat pagi dan semangat untuk memulai hari yang baru.

Ada satu beban yang paling berat untuk dipikul, namun paling ringan untuk dihilangkan: kesombongan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesombongan adalah beban yang melelahkan. Orang yang memelihara rasa sombong harus selalu berpura-pura kuat, tampil sempurna, dan terlihat lebih dari yang sesungguhnya. Padahal, di balik semua itu, kita tetaplah makhluk kecil yang rapuh — sama rapuhnya seperti orang lain.

Jangan pernah merasa lebih unggul dibanding orang lain. Rasa itulah yang menjadi awal dari kebutaan hati. Ketika kita merasa lebih tinggi, kita berhenti melihat kelebihan orang lain. Ketika kita merasa lebih pintar, kita berhenti belajar. Dan pada akhirnya, kita bukan sedang mengalahkan saingan kita — kita justru sedang menghancurkan diri kita sendiri.

Sadarilah satu kebenaran yang sederhana namun agung: kita semua berasal dari tanah, sama-sama menginjak tanah ini, dan suatu saat nanti kita semua akan kembali kepada tanah.

Baca Juga:  Semangat Pagi: "Berserah Bukan Berarti Menyerah", Oleh Jansen A Panjaitan

Di hadapan kebenaran itu, kemuliaan apa yang bisa kita banggakan? Jabatan? Harta? Pujian? Semua itu akan tertinggal di sini, sementara kita pulang membawa hanya amal dan kebaikan yang pernah kita tabur.

Maka, buatlah hidup ini bermakna bukan dengan meninggikan diri, tetapi dengan merendahkan hati. Bukan dengan memuji diri sendiri, tetapi dengan memuliakan orang lain. Bukan dengan merasa lebih baik dari sesama, tetapi dengan menyadari bahwa di hadapan Tuhan, kita semua setara — sama-sama butuh pertolongan dan kasih sayang-Nya.

Semoga pagi ini hati kita lebih lapang, langkah kita lebih ringan, dan senyum kita lebih tulus, karena kita tahu: rendah hati bukan berarti kita lemah — justru di sanalah kekuatan sejati kita bermula.

Selamat beraktivitas, semoga hari kita penuh berkah dan kebaikan.

Pewarta: Juli

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Redaksi/KBP Jansen Avitus Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kekuasaan Tanpa Kepedulian adalah Tirani, Kepintaran Tanpa Empati adalah Kesombongan
Yang tak Ikut Mati saat Kita Kembali ke Tanah: “Iman, Amal, Ilmu, dan Kebaikan”
Alam dan Akhlak: “Rumah yang Dijaga, Bukan Mangsa yang Dihabisi”
Semangat Pagi: “Hati yang Rendah adalah Pintu Menuju Kebijaksanaan”
Semangat Pagi: “Hari Ini adalah Kendali, Esok adalah Misteri”
Saling Menyukai Hanyalah Soal Rasa, Saling Memahami Adalah Soal Siapa yang Ingin Berusaha
🕊️Kedamaian Sejati Milik Mereka yang Memilih Memaafkan & Bersabar
Semangat Pagi: “Berserah Bukan Berarti Menyerah”, Oleh Jansen A Panjaitan
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Semangat Pagi: “Sembunyi di Balik Kesombongan”

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Kekuasaan Tanpa Kepedulian adalah Tirani, Kepintaran Tanpa Empati adalah Kesombongan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Yang tak Ikut Mati saat Kita Kembali ke Tanah: “Iman, Amal, Ilmu, dan Kebaikan”

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Alam dan Akhlak: “Rumah yang Dijaga, Bukan Mangsa yang Dihabisi”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:38 WIB

Semangat Pagi: “Hati yang Rendah adalah Pintu Menuju Kebijaksanaan”

News Update