Oleh: KBP Jansen Avitus Panjaitan
Selamat pagi, sahabatku.
Kematian adalah satu-satunya kepastian yang tak bisa kita tolak. Ia bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan pengingat paling jujur,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bahwa hidup ini sementara, dan waktu yang kita miliki adalah anugerah yang tak boleh disia-siakan, ” ungkap KBP Jansen.
Karena itu, mari kita berjanji pada diri sendiri untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, bukan untuk dipuji manusia, tetapi karena kebaikan itu sejalan dengan fitrah kita. Jalani hidup dengan rendah hati, karena sehebat apa pun kita, kita semua sama di hadapan Pencipta dan tanah pemakaman.
Jangan pernah menunda untuk berbuat baik. Hari ini kita masih diberi napas, namun tak ada satu pun dari kita yang tahu apakah esok kita masih diberi kesempatan untuk menikmatinya. Kesempatan berbuat baik itu ada hari ini, maka lakukanlah sekarang.
Selama kita masih diberi waktu dan kesempatan, isilah hidup ini dengan sesuatu yang tidak akan ikut mati ketika tubuh kita kembali kepada tanah. Apa yang abadi?
✨ Iman yang menuntun langkah,
✨ Amal yang tulus tanpa pamrih,
✨ Ilmu yang bermanfaat bagi sesama,
✨ dan Kebaikan yang terus mengalir meski kita tiada.
Itulah harta sejati yang akan menyertai langkah kita ke depan.
Semoga hari ini langkah kita penuh berkat, hati kita tulus, dan setiap detik yang berlalu menjadi amal jariyah yang tak terputus.
Selamat beraktivitas, semoga setiap langkah hari ini bernilai dan diberkati.
Pewarta: Juli.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Redaksi/KBP Jansen Avitus Panjaitan






