Gelombang protes menggulung pusat pemerintahan Bone Bolango, pada Kamis (23/10/2025). Ratusan orang dari Aliansi Prabowo–Gibran 08, BARA JP Gorontalo, LSM Bongkar, serta mahasiswa turun ke jalan menyerukan pembongkaran apa yang mereka sebut dinasti proyek di pemerintahan kabupaten itu.
Aksi dipimpin langsung oleh Pungky Yusuf, yang menuntut agar aparat penegak hukum menindak dugaan intervensi keluarga bupati dalam urusan proyek daerah.
Massa bergerak terkoordinasi ke tiga lokasi: Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kejaksaan Negeri Bone Bolango, dan kantor Bupati. Mereka membawa bukti, pamflet, serta seruan lantang agar penegak hukum tak lagi menutup mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun diterima perwakilan resmi, termasuk Ass Intel Kejati dan Kajari Bone Bolango, tuntutan publik tak kunjung padam dan suasana justru semakin memanas.
Dalam orasinya Pungky menduga adanya jaringan keluarga yang mengatur distribusi proyek, menyebut peran istri dan anak-anak Bupati Ismet Mile sebagai “aktor di balik layar” yang menentukan pemenang tender.
Ia menyinggung pula penempatan dua anak Bupati dalam Tim Kerja Bupati (TKB) sebagai bukti nyata praktik nepotisme. Pernyataan itu menambah tekanan publik yang selama ini sudah mengendus adanya praktik tidak sehat dalam pengelolaan anggaran.
Pungky melancarkan ultimatum politik keras: jika lembaga penegak hukum tidak bergerak, pihaknya berjanji membongkar seluruh data sebelum akhir tahun.
Pernyataan ini disambut sorak massa dan mengingatkan publik pada rekam jejak Pungky yang pernah menjerat figur politik lain di daerah sekitar. Pernyataan serupa telah memicu reaksi luas di media lokal dan organisasi pengawas publik.
Sementara itu, pihak Pemkab melalui jubirnya membantah tuduhan yang beredar, menyatakan proses pengadaan telah sesuai regulasi dan meminta pihak yang memiliki bukti menyerahkannya ke aparat penegak hukum.
Namun sejumlah pengamat menilai tindakan administratif seperti nonaktifkan TKB belum cukup meredam kecurigaan publik, mereka menilai diperlukan penyelidikan independen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Unras pada Kamis kemarin itu disebut-sebut sebagai titik kritis dalam dinamika politik Bone Bolango. Seruan publik kini tegas : usut tuntas dugaan korupsi dan nepotisme, periksa semua pihak yang terlibat, dan pulihkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik keluarga yang memperkaya diri sendiri.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Penkum Kejari Bone






