Suasana penuh kehangatan terpancar jelas dalam pertemuan keluarga I Dewa Putu Gede, tokoh senior di lingkungan pemasyarakatan yang lahir dan tumbuh besar sebagai putra asli daerah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Di tengah rimbunnya tanaman hijau yang membingkai lorong tempat mereka berkumpul, senyum dan percakapan akrab menjadi bukti nyata bahwa masa purna bhakti kini dijalani dengan penuh kedamaian, dikelilingi orang-orang terkasih yang menjadi pondasi utama hidupnya, dirilis hari ini, pada Kamis (18/06/2026).
Sebagai putra daerah yang selalu memegang erat nilai-nilai budaya dan tradisi Bali, I Dewa Putu Gede membawa karakter keteguhan serta kelembutan yang melekat sejak masa kecilnya di dataran tinggi Kintamani. Nilai kebersamaan, penghormatan kepada sesama, dan rasa tanggung jawab yang tumbuh di tanah kelahirannya kemudian menjadi bekal berharga yang ia bawa sepanjang perjalanan pengabdiannya, menciptakan keseimbangan indah antara tugas negara dan ikatan kekeluargaan yang tak terputus.
Lulusan Akademi Ilmu Pemasyarakatan angkatan ke-16 ini telah mencurahkan puluhan tahun tenaga, pikiran, dan waktu dalam menjalankan tugas negara, sebagian besar masa dinasnya diabdikan di wilayah Jawa Barat. Di sana, ia dikenal sebagai petugas yang teguh memegang prinsip, berdedikasi tinggi, dan senantiasa mengedepankan pendekatan manusiawi dalam setiap langkah pelaksanaan tugas pembinaan, sekaligus tetap menjaga hubungan erat dengan keluarga meski terpisah jarak dan kesibukan dinas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini memasuki masa purna bhakti, hal yang paling ia nikmati adalah kesempatan untuk lebih banyak hadir dan berkumpul bersama keluarga besarnya, seperti momen indah yang terekam dalam foto tersebut. Di tengah balutan busana adat yang memperkuat identitas budaya Bali, kehadiran generasi tua dan muda saling melengkapi, menjadi bukti bahwa pengabdian yang panjang telah berbuah keberkahan, serta menciptakan ruang di mana kasih sayang dan kebersamaan dapat tumbuh makin kokoh setiap harinya.
Bagi I Dewa Putu Gede, keutuhan keluarga bukan sekadar hubungan darah, melainkan warisan yang dijaga dan diteruskan: rasa hormat kepada orang tua, kebersamaan antar anggota, serta rasa bangga akan asal-usul dan pengabdian yang pernah dijalani. Nilai-nilai inilah yang selalu ia tanamkan kepada putra-putrinya, menjadikan setiap pertemuan keluarga bukan hanya momen rehat, melainkan wadah berbagi pengalaman, hikmah, dan semangat hidup yang terus mengalir.
Momen pertemuan ini menjadi gambaran indah tentang arti kebahagiaan sejati: lahir dari keutuhan hubungan, pengabdian yang tulus, dan kesetiaan pada nilai budaya serta keluarga. Bagi tokoh senior pemasyarakatan asal Kintamani ini, masa purna bhakti bukanlah akhir perjalanan, melainkan babak baru yang penuh damai, di mana hasil kerja keras dan pengabdian panjang kini terbayar lunas dengan kehangatan dan kebersamaan keluarga yang tetap utuh, kokoh, dan penuh kasih.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: I Dewa Putu Gede/Red






