Perjalanan Paling Jauh adalah Mencari Diriku Sendiri

- Redaktur

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karya & Renungan Penglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar oleh Anak Agung Ngurah Gede Widiada



Setiap perjalanan membutuhkan waktu dan proses. Namun di antara segala perjalanan yang pernah kita tempuh, melintasi jalan raya, mendaki bukit dan gunung, menyeberangi samudra, berpindah kota bahkan pulau, ternyata perjalanan yang paling jauh, paling menantang, sekaligus paling penting sepanjang hidup manusia, bukanlah perjalanan menuju tempat yang jauh di luar sana. Melainkan perjalanan masuk ke dalam diri sendiri: mengenali, memahami, menerima, menyadari, serta menyempurnakan siapa hakikat diriku sesungguhnya. Dirilis hari ini, pada Sabtu (22/08/2026).

Demikianlah renungan mendalam yang disampaikan oleh Penglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Widiada, sebuah pemikiran sederhana namun menyentuh akar kehidupan kita semua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seringkali kita sibuk mengejar hal-hal yang tampak dari luar: kedudukan, kehormatan, penghargaan, pengakuan orang lain, harta, kemewahan, nama baik. Kita terus berlari ke sana-sini, berjuang keras, bersaing, bahkan kadang melupakan hal yang paling mendasar: siapa saya? untuk apa saya hidup? nilai apa yang saya bawa? ke arah mana yang benar-benar saya tuju? Kita mudah mengenali wajah orang lain, menghafal aturan dan keterangan, namun justru sering kali buta terhadap hati nurani sendiri. Tidak jujur pada diri sendiri, menutupi kelemahan, takut melihat kekurangan, atau lupa bahwa semua pencapaian luar itu hanyalah wadah, yang isinya ditentukan sepenuhnya oleh kualitas jiwa di dalamnya.

Mencari diri sendiri berarti berani jujur tanpa penyamaran: mengakui apa yang kita kuasai, apa yang masih lemah, ke mana arah prinsip kita, apa yang kita pertahankan meski berat, dan apa yang harus kita ubah meski menyakitkan. Ia adalah proses yang terus-menerus membersihkan hati dari kesombongan, mengikis sifat-sifat yang belum baik, memperteguh niat yang murni, serta menyelaraskan perkataan, perasaan, dan perbuatan menjadi satu kesatuan yang utuh dan lurus. Tidak ada orang lain yang mampu melakukannya untuk kita. Hanya kita sendiri yang harus berjalan pelan namun pasti, mendalami, merenungi, mempertanyakan, lalu memperbaiki diri hari demi hari tanpa henti.

Baca Juga:  Jaga Keamanan Ruang Publik, Polsek Dentim Gelar Patroli KRYD Dikawasan Lapangan Bajra Sandhi

Bagi seorang pemimpin dan tokoh masyarakat yang juga menjaga nilai-nilai luhur leluhur serta kebudayaan, perjalanan ini menjadi jauh lebih penting. Sebelum kita mampu membimbing, mengingatkan, dan memberi manfaat bagi orang lain dengan benar, kita wajib mampu menjaga diri sendiri terlebih dahulu. Seseorang yang belum mengenali dan menguasai dirinya, tidak akan pernah mampu menuntun atau melayani orang lain dengan adil, bijaksana, dan tepat.

Kekuatan yang sejati bukanlah kekuatan untuk menonjolkan diri atau mengungguli orang lain, melainkan kekuatan untuk menaklukkan diri sendiri: mengendalikan keinginan, menahan kemarahan, tetap rendah hati meski dihormati, tetap teguh pendirian meski sepi pendukung, tetap jujur meski tidak ada siapa pun yang melihat.

Penglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Widiada, menegaskan dengan tulus:

“Dunia ini penuh dengan keramaian, gangguan, dan suara-suara dari luar yang kadang membuat kita bingung arah. Kembalilah ke dalam diri, di sanalah kebenaran, ketenangan, pegangan, dan cahaya sejati itu berada. Semakin lama perjalanan ini kita jalani, semakin kita sadar: bahwa kita tidak berjuang untuk menjadi yang paling hebat di mata orang lain, melainkan menjadi versi diri yang paling baik, paling benar, dan paling bermanfaat, sesuai hakikat penciptaan kita.”

Dan pada akhirnya, ketika seseorang sungguh-sungguh telah menemukan dirinya, ia tidak menjadi orang yang tertutup atau mementingkan diri sendiri, justru sebaliknya: ia menjadi lebih terbuka, lebih peduli, lebih mampu memahami orang lain, lebih sabar, dan lebih bijaksana. Karena ia sudah tahu siapa dirinya, ia tidak lagi mudah goyah oleh pujian atau cemoohan. Karena ia tahu apa yang ia perjuangkan, ia tidak mudah tersesat oleh arus zaman.

Mencari diri sendiri adalah perjalanan terpanjang seumur hidup. Namun bila berhasil dilalui, itulah pula perjalanan yang paling berharga, yang akan menerangi setiap langkah kita hingga ke akhir hayat.

Pewarta/Editor: Jaya/Juli

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Anak Agung Ngurah Gede Widiada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kapolda Bali, PEKAT IB Bali, dan Kawan Alam Indonesia: “Pantai Bersih adalah Cermin Cinta Kita pada Bali”
Kanwil Kemenkum Bali Kukuhkan 10 WNI dan Angkat 4 Pejabat PPNS
Nanda Novita Mengaku Tidak Menyesal Usai Memarahi Gubernur Bali Wayan Koster, Siap untuk Memaafkan
Pererat Silaturahmi, Yayasan Sosial Umat Gelar Dialog Lintas Organisasi Sambil Ngopi Bareng
Antrean BBM Mulai Reda, Koster Perpanjang Ganjil-Genap hingga Jumat
Ketua DPW PEKAT IB Bali Tekankan Pentingnya Langkah Pencegahan Agar Kelangkaan BBM Tidak Terulang
Aktivis Perempuan dan Anak Bali Soroti Kelangkaan BBM: Jangan Biarkan Rakyat Kecil Menanggung Beban
“Terdaftar”: DPW PEKAT IB Bali Resmi Terima STLO dari Kesbangpol Provinsi Bali
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Kapolda Bali, PEKAT IB Bali, dan Kawan Alam Indonesia: “Pantai Bersih adalah Cermin Cinta Kita pada Bali”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:36 WIB

Kanwil Kemenkum Bali Kukuhkan 10 WNI dan Angkat 4 Pejabat PPNS

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Nanda Novita Mengaku Tidak Menyesal Usai Memarahi Gubernur Bali Wayan Koster, Siap untuk Memaafkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:03 WIB

Pererat Silaturahmi, Yayasan Sosial Umat Gelar Dialog Lintas Organisasi Sambil Ngopi Bareng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Antrean BBM Mulai Reda, Koster Perpanjang Ganjil-Genap hingga Jumat

News Update

Polresta Denpasar

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Denpasar Barat Laksanakan Patroli Sambang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:21 WIB