Rumah Yatim dan Dhuafa, Senyum Anak-Anak Mimika & Hangatnya Kepedulian Satgas Damai Cartenz

- Redaktur

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi itu, suasana di Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul di Jalan Maleo, Wonosari Jaya, Mimika Baru, terasa berbeda. Tawa anak-anak pecah ketika personel Operasi Damai Cartenz 2026 datang berkunjung, Selasa (10/3/2026). Bukan sekadar membawa bantuan, mereka hadir membawa kehangatan, perhatian, dan pesan sederhana bahwa negara selalu ada untuk masyarakatnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin oleh Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Bambang Widiatmoko, S.H., M.M., bersama sejumlah personel satgas yang turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti.

Satu per satu anak-anak mendekat. Ada yang menggenggam tangan personel, ada pula yang tak ragu bercanda dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Suasana yang tercipta jauh dari kesan formal. Yang terlihat justru kebersamaan yang hangat dengan pertemuan tulus antara aparat negara dan anak-anak yang menyambut dengan hati terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, bantuan berupa beras, telur, mi instan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya diserahkan kepada pengelola yayasan. Namun bagi anak-anak di panti, kehadiran para personel bukan hanya tentang bantuan yang dibawa. Kehadiran itu menjadi simbol kepedulian dan perhatian, bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Kehangatan yang sama kembali terasa saat rombongan melanjutkan kunjungan ke Yayasan Cinta Kasih Bunda di Jalan Jalur 3, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru. Senyum anak-anak menyambut kedatangan para personel. Obrolan ringan, canda, dan kebersamaan singkat itu menghadirkan suasana penuh keakraban.

Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi Papua, pendekatan kemanusiaan seperti ini menjadi pesan penting bahwa kehadiran negara bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat harapan.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Riau, Kapolri Berpesan: "Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan"

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah operasi di Papua.

Menurutnya, keamanan sejati tidak hanya lahir dari stabilitas situasi, tetapi juga dari kedekatan, rasa percaya, dan kepedulian antara aparat dan masyarakat.

“Kehadiran negara harus bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dalam bentuk pengamanan, tetapi juga dalam bentuk perhatian dan kepedulian. Kami ingin masyarakat Papua merasakan bahwa aparat hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat yang selalu ada untuk mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, anak-anak Papua adalah harapan masa depan yang harus dijaga bersama. Karena itu, setiap langkah kecil yang menghadirkan senyum dan harapan bagi mereka menjadi bagian penting dalam membangun Papua yang damai.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Papua tumbuh dengan rasa aman dan harapan yang terjaga. Ketika negara hadir dengan hati, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dibangun,” tambahnya.

Bagi anak-anak di Rumah Yatim Baiturrosul dan Yayasan Cinta Kasih Bunda, kunjungan hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun kehangatan yang mereka rasakan meninggalkan kesan yang jauh lebih lama.

Di balik senyum dan tawa yang terukir pagi itu, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: bahwa di tanah Papua, negara selalu berusaha hadir membawa kedamaian, merawat harapan, dan menjaga masa depan generasi penerusnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Juli ESP

Sumber Berita: Humas Damai Cartenz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kelapasatunews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kematian Karumga Eks Jampidsus: “FRIC Desak Penyelidikan Transparan dan Tanpa Ditutupi”
Sebut Ketum PWOD: “Ini Jiwa Besar Penegak Hukum Hotman Paris Pilih Merunduk dari Ucapan Kontroversial ke Sikap Legowo”
Sebut Ketum PWOD: “Ini Jiwa Besar Penegak Hukum Hotman Paris Hutapea Pilih Merunduk dari Ucapan Kontroversial ke Ucapan Legowo”
Ketum FRIC Dian Surahman Tegaskan: “Penangkapan tak Butuh Restu Presiden, Hukum Berjalan Sesuai Aturan”
Tokoh Muslim Tionghoa: “Jembatan Kebangsaan yang tak Boleh Dulupakan” Lugas, Tajam, Berani Menatap Realitas Pluralisme Indonesia
Ikat Erat Pecalang dan Ojol Bersatu, Polri Perkuat Kamtibmas untuk Jaga Bali
Polri Kuatkan Kamtibmas, Satukan Pecalang & Ojol untuk Jaga Bali
Polri Perkuat Sabuk Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali
Berita ini 0 kali dibaca

Baca Juga

Senin, 27 Juli 2026 - 13:40

Kematian Karumga Eks Jampidsus: “FRIC Desak Penyelidikan Transparan dan Tanpa Ditutupi”

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:03

Sebut Ketum PWOD: “Ini Jiwa Besar Penegak Hukum Hotman Paris Pilih Merunduk dari Ucapan Kontroversial ke Sikap Legowo”

Senin, 20 Juli 2026 - 23:51

Sebut Ketum PWOD: “Ini Jiwa Besar Penegak Hukum Hotman Paris Hutapea Pilih Merunduk dari Ucapan Kontroversial ke Ucapan Legowo”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:00

Ketum FRIC Dian Surahman Tegaskan: “Penangkapan tak Butuh Restu Presiden, Hukum Berjalan Sesuai Aturan”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:46

Tokoh Muslim Tionghoa: “Jembatan Kebangsaan yang tak Boleh Dulupakan” Lugas, Tajam, Berani Menatap Realitas Pluralisme Indonesia

News Update