Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momen penyembelihan hewan kurban semata, melainkan perwujudan nyata dari makna keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama manusia. Hal ini terasa kental dan menyentuh hati dalam pelaksanaan ibadah kurban yang digelar di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. Di tempat yang kerap dianggap terbatas, nilai-nilai luhur kemanusiaan justru tumbuh subur dan meresap ke dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan rasa kebersamaan.
Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, di mana seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam serta ketentuan yang berlaku, melibatkan petugas dan warga binaan secara bersama-sama. Suasana kekeluargaan tampak mewarnai setiap proses, menjadi bukti bahwa semangat berkorban dan kasih sayang tidak terhalang oleh ruang maupun dinding pembatas. Momen istimewa ini menjadi pengingat kuat bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan harapan untuk menjadi lebih baik dapat tumbuh dan bersemai di mana saja, termasuk di balik tembok pemasyarakatan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, hadir memimpin dan mengawasi langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam kesempatannya, ia menegaskan bahwa momen Idul Adha memiliki makna mendalam sebagai sarana pembinaan karakter bagi seluruh warga binaan. Menurutnya, ibadah kurban mengajarkan tentang ketulusan hati, kemampuan mengendalikan hawa nafsu, serta semangat berbagi yang menjadi pondasi utama dalam proses pemulihan diri dan reintegrasi sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi kami, kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan pendidikan karakter. Melalui momen ini, kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai keikhlasan, empati, dan kepedulian. Bahwa di balik tembok ini, ada hati yang sedang ditempa untuk menjadi lebih baik, ada tekad untuk berubah, dan ada keinginan kuat untuk bermanfaat bagi sesama,” ujar M. Fadli. Ia juga berharap semangat pengorbanan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan bertekad kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna.
Setelah proses penyembelihan dan pengolahan selesai, daging kurban kemudian dikemas dan disalurkan secara merata. Penyaluran tidak hanya diperuntukkan bagi seluruh warga binaan di dalam blok hunian, tetapi juga disalurkan kepada masyarakat sekitar lingkungan lembaga yang membutuhkan. Langkah ini menjadi jembatan penghubung yang mempererat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat luar, sekaligus menegaskan bahwa keberadaan Lapas juga memiliki peran sosial dalam berbagi kebahagiaan dan keberkahan di hari yang fitri ini.
Di akhir kegiatan, Kalapas M. Fadli berdoa agar momentum Idul Adha ini membawa keberkahan bagi semuanya, memperkuat rasa syukur atas nikmat yang diberikan, serta menjadi jalan yang terus menerus untuk memperbaiki diri dan berbuat kebaikan. “Semoga setiap tetes darah yang disembelih diterima sebagai amal ibadah, dan semangat berbagi ini terus menyala, baik bagi petugas maupun warga binaan, menuju masa depan yang lebih baik dan penuh harapan,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Juli ESP
Sumber Berita: Redaksi/Humas Lapas






